Posted on :
Thursday, April 3, 2014
[0] comments Label:
Blackberry,
Blackberry Messenger,
Headline,
Software,
Teknologi
BlackBerry Mau Bikin BBM untuk PC?
Semuaberita - CEO BlackBerry John Chen, kembali menunjukkan keseriusannya menggarap layanan pesan instan BlackBerry Messenger (BBM). Setelah meluncurkan BBM untuk perangkat Android dan iOS, serta Windows Phone dalam waktu dekat, Chen juga berencana merilis aplikasi tersebut di komputer pribadi.
John Chen mengatakan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan Reuters (28/3/2014). "Kami serius akan membawa BBM dalam versi desktop," ujarnya.
Langkah tersebut menurut Chen bisa memungkinkan karyawan di sebuah perusahaan dan agensi pemerintah dalam melakukan obrolan di komputer pribadi mereka.
BlackBerry tentu berharap pengguna BBM akan bertambah saat layanan pesan instan itu diluncurkan untuk komputer pribadi. Saat ini BBM memiliki sekitar 85 juta pengguna per bulan.
BBM memang menjadi pionir dalam layanan pesan instan di perangkat mobile. Namun pertumbuhan jumlah penggunanya cenderung stagnan lantaran dahulu produk itu didesain eksklusif untuk ponsel BlackBerry.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh penyedia layanan pesan instan lintas platform seperti WhatsApp, yang sukses mengalami pertumbuhan pesat dari sisi jumlah pelanggan karena digunakan di banyak perangkat dan sistem operasi.
BlackBerry sedang berusaha meningkatkan penjualan perangkat dengan memperbanyak portofolio ponsel yang memakai papan ketik (keyboard) fisik dan trackpad. Salah satu produk terbaru yang akan diandalkan adalah BlackBerry Q20. Produk yang menjadi suksesor BlackBerry Q10 itu bakal diluncurkan dalam waktu dekat.
John Chen mengatakan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan Reuters (28/3/2014). "Kami serius akan membawa BBM dalam versi desktop," ujarnya.
Langkah tersebut menurut Chen bisa memungkinkan karyawan di sebuah perusahaan dan agensi pemerintah dalam melakukan obrolan di komputer pribadi mereka.
BlackBerry tentu berharap pengguna BBM akan bertambah saat layanan pesan instan itu diluncurkan untuk komputer pribadi. Saat ini BBM memiliki sekitar 85 juta pengguna per bulan.
BBM memang menjadi pionir dalam layanan pesan instan di perangkat mobile. Namun pertumbuhan jumlah penggunanya cenderung stagnan lantaran dahulu produk itu didesain eksklusif untuk ponsel BlackBerry.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh penyedia layanan pesan instan lintas platform seperti WhatsApp, yang sukses mengalami pertumbuhan pesat dari sisi jumlah pelanggan karena digunakan di banyak perangkat dan sistem operasi.
BlackBerry sedang berusaha meningkatkan penjualan perangkat dengan memperbanyak portofolio ponsel yang memakai papan ketik (keyboard) fisik dan trackpad. Salah satu produk terbaru yang akan diandalkan adalah BlackBerry Q20. Produk yang menjadi suksesor BlackBerry Q10 itu bakal diluncurkan dalam waktu dekat.
by : Unknown
SemuaBerita - Smartphone Android dikenal dengan bentuk full-touchscreen yang didominasi oleh layar sentuh berukuran besar dibanding proporsi tubuh ponsel secara keseluruhan.
Mungkin tak banyak yang tahu bahwa Android pada awalnya dirancang untuk perangkat dengan keyboard QWERTY seperti ponsel BlackBerry.
Android versi "original" ini disebut dengan kodenama "Sooner" oleh tim pengembang di Google. Seperti bisa dilihat pada gambar di bawah, bentuk ponsel yang dibayangkan oleh Google untuk OS mobile itu tak jauh berbeda dari form factor smartphone yang umum ditemukan beberapa tahun yang lalu.
![]() |
Mungkin tak banyak yang tahu bahwa Android pada awalnya dirancang untuk perangkat dengan keyboard QWERTY seperti ponsel BlackBerry.
Android versi "original" ini disebut dengan kodenama "Sooner" oleh tim pengembang di Google. Seperti bisa dilihat pada gambar di bawah, bentuk ponsel yang dibayangkan oleh Google untuk OS mobile itu tak jauh berbeda dari form factor smartphone yang umum ditemukan beberapa tahun yang lalu.
Sistem operasi tersebut sedianya bakal dirilis pada akhir 2007, dua tahun setelah dibeli Google dari pengembang aslinya, Danger.
Kemudian muncullah iPhone.
Menyusul berita tentang smartphone layar sentuh dari Apple itu, tim Android merasa dunia gadget sudah berubah total.
"Sebagai konsumen, saya kagum. Saya ingin memiliki perangkat itu (iPhone). Tapi sebagai insinyur Google, saya berpikir bahwa kami harus mulai dari nol lagi," ujar Chris DeSalvo, yang mengembangkan OS Google bersama "bapak Android" Andy Rubin, sebagaimana dikutip dalam laporan The Atlantic.
Tiba-tiba saja ponsel Android "Sooner" tampak kuno, dengan layar kecil yang tak mendukung touch-screen dan deretan huruf-huruf papan ketik ala smartphone jadul. "Ponsel kami jadi terlihat seperti berasal dari tahun 90-an," ujar DeSalvo.
Android pun urung diluncurkan. Tak kurang Andy Rubin sendiri yang berujar, "Saya pikir ponsel (Sooner) itu mesti dibatalkan."
Tim Google memutuskan banting setir. Kali ini OS Android difokuskan pada device touchscreen yang bisa bersaing dengan iPhone. "Sooner" ditiadakan, diganti sistem operasi dengan kodenama "Dream" yang peluncurannya dijadwalkan pada 2008.
"Saya tak pernah menyangka bahwa apa yang kami kerjakan bisa dimentahkan begitu saja -bahwa iPhone berarti 'game over'," ujar manajer proyek Android Eric Tseng. "Tapi sebuah standar baru telah ditetapkan, dan apapun yang akan kami luncurkan harus memenuhi standar itu."
Ponsel Android pertama, T-Mobile G1 bikinan HTC, masih mengandalkan keyboard model slidedisamping layar sentuh, begitu juga dengan segelintir perangkat Android yang muncul setelahnya. Tapi lambat laun form factor full-touchscreen menjadi dominan.
Kini, Android telah menjelma menjadi sistem operasi mobile terbesar di dunia, disusul iOS yang menjadi inspirasi perubahannya dulu. Dua platform itu selamanya mengubah wajah dunia mobile.
Kemudian muncullah iPhone.
Menyusul berita tentang smartphone layar sentuh dari Apple itu, tim Android merasa dunia gadget sudah berubah total.
"Sebagai konsumen, saya kagum. Saya ingin memiliki perangkat itu (iPhone). Tapi sebagai insinyur Google, saya berpikir bahwa kami harus mulai dari nol lagi," ujar Chris DeSalvo, yang mengembangkan OS Google bersama "bapak Android" Andy Rubin, sebagaimana dikutip dalam laporan The Atlantic.
Tiba-tiba saja ponsel Android "Sooner" tampak kuno, dengan layar kecil yang tak mendukung touch-screen dan deretan huruf-huruf papan ketik ala smartphone jadul. "Ponsel kami jadi terlihat seperti berasal dari tahun 90-an," ujar DeSalvo.
Android pun urung diluncurkan. Tak kurang Andy Rubin sendiri yang berujar, "Saya pikir ponsel (Sooner) itu mesti dibatalkan."
Tim Google memutuskan banting setir. Kali ini OS Android difokuskan pada device touchscreen yang bisa bersaing dengan iPhone. "Sooner" ditiadakan, diganti sistem operasi dengan kodenama "Dream" yang peluncurannya dijadwalkan pada 2008.
"Saya tak pernah menyangka bahwa apa yang kami kerjakan bisa dimentahkan begitu saja -bahwa iPhone berarti 'game over'," ujar manajer proyek Android Eric Tseng. "Tapi sebuah standar baru telah ditetapkan, dan apapun yang akan kami luncurkan harus memenuhi standar itu."
Ponsel Android pertama, T-Mobile G1 bikinan HTC, masih mengandalkan keyboard model slidedisamping layar sentuh, begitu juga dengan segelintir perangkat Android yang muncul setelahnya. Tapi lambat laun form factor full-touchscreen menjadi dominan.
Kini, Android telah menjelma menjadi sistem operasi mobile terbesar di dunia, disusul iOS yang menjadi inspirasi perubahannya dulu. Dua platform itu selamanya mengubah wajah dunia mobile.


